• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • Pakan Ikan Lebih Tahan di Air Dengan Pelapis Pakan dari Limbah Kulit Ubi Kayu

Pakan Ikan Lebih Tahan di Air Dengan Pelapis Pakan dari Limbah Kulit Ubi Kayu

  • Rilis Berita
  • 4 Juli 2018, 07.50
  • Oleh: admin
  • 0

 

Tim mahasiswa UGM berhasil mengembangkan terobosan baru di bidang peternakan yakni membuat pelapis (coating) pakan ikan atau pelet dari limbah kulit ubi kayu. Inovasi ini mampu meningkatkan efektivitas pemberian ikan budi daya.

“Sifat edibel coating ini bisa menahan pakan ikan tidak mudah menyerap air sehingga konsistensi dan bentuk pakan dapat bertahan lebih lama,” kata Muhammad Burhanuddin Fauzi, Kamis (28/6).

Dengan adanya pelapis ini memberikan keuntungan karena pakan tidak mudah hancur. Pelapis ini berfungsi sebagai penahan pakan ikan agar tidak mudah menyerap air sehingga konsistensi dan bentuk pakan dapat bertahan lebih lama.

Hal tersebut membuat kesempatan atau waktu makan ikan menjadi lebih lama sehingga mengefektifkan pemberian pakan. Disamping itu, pakan yang tidak mudah hancur di air dapat mengurangi pencemaran sisa pakan dalam air.

Inovasi yang dinamai EATING PAKU atau singkatan dari Edible Coating Pati Kulit Ubi Kayu ini lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa UGM 2018. Fauzi mengembangkannya bersama rekan satu departemen di Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yakni Ahadian Ansor dan Mochammad Idris Ramadana dengan bimbingan Dr. Sri Rahayoe, STP., MP.

“Hasilnya pelet yang telah dilapisi dengan bahan ini menjadi lebih tahan dan kuat dalam air. Dari hasil uji menunjukkan dengan pelapis ini pelet bisa bertahan dalam air hingga 5 sampai 7 jam,” paparnya.

Penggunaan pati kulit ubi kayu sebagai dasar pembuatan edible film dipilih karena memakan biaya relatif murah dibandingkan dengan bahan lain, seperti protein maupun lipid dan juga aman. Selain itu, juga ketersediaannya yang cukup melimpah di masyarakat. Bahkan, kulit ubi kayu hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal

Pembuatan pelapis pakan ikan dengan  mengolah terlebih dahulu kulit ubi kayu hingga menjadi pati. Selanjutnya, pati lalu diformulasi dengan mencampurkannya dengan gliserol, CMC (carboxymethyl cellulose), serta aquades melalui proses setirer. Terakhir  larutan yang diperoleh disemprotkan pada pelet mandiri sehingga didapat pakan ikan yang lebih tahan lama dalam air.

Ketiganya mengembangkan metode pelapis pakan ikan ini berawal dari keluhan masyarakat terutama petani ikan di wilayah Sleman. Para petani ikan tersebut sering mengeluhkan kondisi pakan ikan yang dibuat mandiri kualitasnya tidak sebagus pakan ikan di pasaran.

“Mereka mengeluh pakan ikan mandiri kurang tahan dalam air sehingga waktu makan ikan lebih singkat. Sementara itu, pakan ikan komersial harganya relatif lebih mahal dibanding pakan ikan mandiri,” jelas Ahadian.

Oleh karena itu, mereka bergerak mencari solusi untuk mengatasi persoalan itu dan menemukan metode yang akhirnya mampu membuat pakan ikan mandiri jadi lebih tahan dalam air. Pakan ikan dengan edibel coating dari limbah kulit ubi kayu ini memiliki potensi sebagai alternatif pakan ikan.

“Dengan penambahan pelapis pati kulit ubi kayu ini bisa memengaruhi hasil budi daya ikan sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian para petani ikan,”pungkasnya. (Humas UGM/Ika) (/Mtt)

 

Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/16374-pakan.ikan.lebih.tahan.di.air.dengan.pelapis.pakan.dari.limbah.kulit.ubi.kayu

Tags: Utama

Berita Terakhir

  • Tiga Program Studi DTPB FTP UGM Kantongi Akreditasi Internasional ASIIN hingga 2030
  • Sukacita dan Haru Warnai Pelepasan 15 Wisudawan Pascasarjana FTP UGM
  • FTP UGM Perkuat Jejaring Akademik Global melalui Joint Supervision dengan Leiden University
  • Field Trip, Mahasiswa Universitas Tadulako Kunjungi FTP UGM
  • FTP UGM Gelar Guest Lecture EY4F Campaign, Dorong Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Sistem Pangan Berkelanjutan

Berita UGM

  • Memperkuat Ketahanan Pangan, UGM Dorong Pengembangan Pangan Biru Berkelanjutan  26 Juli 2026
  • Ketimpangan Lingkungan Kian Nyata, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Pembangunan Sosial sebagai Indikator Penilaian Amdal 26 Juli 2026
  • Luncurkan Maskot Baru, Fakultas Geografi UGM Buka Rangkaian Dies Natalis ke-63 24 Juli 2026
  • UGM Resmikan Fasilitas Sekolah Berkuda 24 Juli 2026
  • Menelaah Sejarah Panjang Konflik di Kawasan Timur Tengah 24 Juli 2026

Agenda

  • 28Jul Workshop Sustainable Workspace: “Menuju Kantor Minim Jejak Karbon”
  • 05Agu Seleksi dan Penetapan Bakal Calon Dekan dalam Rapat Senat Fakultas
  • 13Agu Srawung Desa
  • 22Agu Expo Beasiswa
  • 27Agu The 10th International Conference – Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria and Gut Microbiota (ISLAB GM)
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju