Yogyakarta, 30 Oktober 2025 — Departemen Teknologi Industri Pertanian bersama Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIPA) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Konsultasi (PEKAT) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 Oktober 2025 di Ruang 102 FTP UGM sebagai upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam penyusunan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) serta memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan departemen.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Dewi Sakti Handayani, Ketua HIMATIPA, Fuad Nur Ikhsan, dan Kepala Departemen Teknologi Industri Pertanian, Dr. Ir. Didik Purwadi, M.Ec. Melalui sambutan tersebut, seluruh pihak menegaskan pentingnya literasi proposal PKM sebagai bekal mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Memasuki inti acara, peserta mengikuti rangkaian penyampaian materi dari tiga narasumber berpengalaman.
Sesi pertama disampaikan oleh Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., yang memberikan paparan komprehensif terkait dasar-dasar PKM. Materi mencakup jenis-jenis PKM, aspek penilaian reviewer, serta teknik penyusunan proposal sesuai pedoman nasional. Beliau menekankan bahwa penolakan proposal kerap terjadi bukan karena kelemahan ide, tetapi karena kesalahan teknis seperti format tidak sesuai, kesalahan penamaan file, tanda tangan yang kurang lengkap, maupun penggunaan bahasa non-baku. Karena itu, mahasiswa diimbau untuk memperhatikan ketelitian administratif serta kejelasan alur logika dalam penyusunan proposal.
Sesi kedua diisi oleh Satya Grandia Armadana (angkatan 2022), yang membagikan pengalamannya mengikuti PKM-K dan PKM-RSH. Ia menjelaskan bahwa ide PKM dapat lahir dari pengamatan sederhana terhadap masalah di sekitar. Dalam pemaparannya, ia juga menceritakan proses perpindahan bidang dari PKM-K ke PKM-RSH karena kesesuaian substansi ide. Satya menekankan pentingnya memahami karakteristik masing-masing kategori PKM, manajemen waktu, dinamika kerja tim, serta komunikasi terbuka agar penyusunan proposal dapat terselesaikan dengan baik.
Sesi ketiga disampaikan oleh Qorina Nisrina Hafshah (angkatan 2022), peraih Juara 2 Pimnas kategori poster dan presentasi melalui PKM-PM. Ia menjelaskan proses mulai dari menjalin komunikasi dengan mitra, merancang program pemberdayaan, hingga strategi memenangkan penilaian di Pimnas yang membutuhkan ketelitian visual dan kemampuan presentasi yang baik. Ia juga memperkenalkan “Biro Jodoh PKM” HIMATIPA sebagai wadah mempertemukan mahasiswa yang mencari anggota tim. Qorina menegaskan pentingnya memilih rekan satu tim yang berkomitmen, berkomunikasi efektif, dan memiliki ritme kerja yang selaras. Jika terjadi konflik, diskusi terbuka dan pembagian tugas tertulis merupakan solusi efektif.
Kegiatan ini mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya 4 tentang Pendidikan Berkualitas, 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur.