Perhimpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (PERMATETA) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan MENTORING TPB 2025 pada Jumat dan Sabtu, 31 Oktober hingga 1 November 2025, bertempat di sejumlah fasilitas FTP UGM, antara lain Ruang 102 FTP UGM, Laboratorium Fisika Hayati, Laboratorium Satuan Operasi, Laboratorium Sistem Informasi TSLA, serta area parkir mobil dosen sisi selatan Unit 1 FTP UGM. Kegiatan ini menjadi program pendampingan akademik bagi mahasiswa Tahun Pertama Bersama (TPB) untuk membantu memahami dasar-dasar ilmu keteknikan pertanian dan biosistem.
MENTORING TPB dirancang sebagai wadah penguatan kompetensi awal mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa baru yang kerap menghadapi tantangan dalam mengikuti materi dari berbagai Kelompok Bidang Keilmuan (KBK), yaitu Teknik Mesin Biosistem (TMB), Teknik Pangan Pascapanen dan Bioproses (TPPB), Teknik Sumber Daya Lahan dan Air (TSLA), serta Teknik Pengendalian Lingkungan Hayati (TPLH). Melalui program ini, mahasiswa dibekali pemahaman konseptual sekaligus keterampilan aplikatif yang relevan dengan bidang keilmuan Teknik Pertanian dan Biosistem.
Kegiatan mentoring dilaksanakan melalui bimbingan langsung oleh dosen-dosen FTP UGM, asisten dosen, serta mahasiswa senior yang berpengalaman. Sejumlah dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, Dr. Rizki Maftukhah, Hanim Zuhrotul Amanah, Ph.D., Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, Dr. Arifin Dwi Saputro, Dr. Prieskarinda Lestari, Dr. Ardan Wiratmoko, serta akademisi lainnya yang aktif dalam pengembangan pendidikan dan riset di FTP UGM.
MENTORING TPB 2025 mengusung tema “Engineering for Life: Building a Sustainable Future”, yang mengajak mahasiswa untuk mulai mengenali minat keilmuan serta menentukan arah pengembangan diri dan karier sejak dini. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pemberian materi dasar dari KBK TSLA melalui pengenalan dan pelatihan penggunaan perangkat lunak ArcGIS, serta KBK TPPB yang membahas teori dan pengantar proses sterilisasi pangan kaleng.
Hari kedua diisi dengan kegiatan praktik yang bersifat aplikatif. KBK TPLH memfasilitasi praktik dan demonstrasi budidaya hidroponik, meliputi pengenalan sistem, teknik penanaman, hingga pengendalian lingkungan tumbuh tanaman. Sementara itu, KBK TMB memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa melalui praktik pengoperasian traktor roda empat dan drone pertanian, sehingga mahasiswa dapat melihat penerapan teknologi keteknikan pertanian secara nyata.
Secara keseluruhan, MENTORING TPB 2025 berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman teknis mahasiswa TPB FTP UGM. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan teknologi di bidang pertanian dan biosistem, tetapi juga menumbuhkan kesiapan akademik dan profesional dalam menghadapi tantangan pembelajaran di perguruan tinggi. Pelaksanaan kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas), melalui penyediaan proses pembelajaran yang inklusif, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan.
(Kontributor: Aurellia Anisa Maharani)