Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) sejak lama telah menjalin kerjasama internasional dengan perguruan tinggi bergengsi di dunia, salah satunya adalah University of Cadiz (UCA), Spanyol. Sejak tahun 2020, melalui Inter-institutional Agreement, telah dilaksanakan beragam bentuk kerjasama dalam peningkatan kualitas akademik pada kedua pihak salah satunya adalah Staff Mobility untuk dosen pengajar TPHP dan UCA. Melalui pendanaan oleh Uni Eropa melalui skema Erasmus+ KA107, Ketua Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Dr. Ir. Muhammad Nur Cahyanto, M.Sc. berkesempatan menjadi Visiting Lecturer selama sepekan pada tanggal 9-13 Mei 2022 di Department of Chemical Engineering and Food Technology, Faculty of Science, UCA, yaitu di mata kuliah Food Biotechnology yang diperuntukkan bagi mahasiswa Bachelor in Biotechnology.


Kegiatan kuliah tamu dilaksanakan dalam 2 hari yaitu pada hari Rabu dan Kamis pada tanggal 11-12 Mei 2022. Topik yang dibawakan oleh beliau adalah mengenai teknologi fermentasi, yaitu fermentasi tempe dan tape. Hal ini menarik perhatian mahasiswa UCA sebab ragi yang digunakan untuk proses fermentasi kedua makanan tersebut menggunakan strain asli Indonesia. Kelas dilaksanakan dengan interaktif dengan banyaknya diskusi dua arah.
Selain mengisi kuliah tamu, Dr. Muhammad Nur Cahyanto juga berkesempatan untuk mengunjungi pabrik wine ditemani oleh beberapa mahasiswa UCA, delapan mahasiswa Magister Ilmu dan Teknologi Pangan dan Magister Teknologi Hasil Perkebunan, TPHP UGM yang sedang melaksanakan student mobility, serta Prof. Ana Belen. Beliau juga melakukan kunjungan ke IVAGRO (Instituto de Investigación Vitivinícola y Agroalimentaria) bersama Prof. Christina untuk mengetahui pilot plant wine yang ada disana. Dr. Muhammad Nur Cahyanto juga berkesempatan melihat penelitian tentang anaerobic digestion dan juga kegiatan promosi kepada murid-murid SMA yang mengunjungi UCA.


Dalam memperkuat kerjasama antara Departemen TPHP dan UCA, Dr. Muhammad Nur Cahyanto juga banyak melakukan diskusi dengan Prof. Miguel Palma Lovillo selaku Kepala IVAGRO, salah satunya adalah terkait kemajuan joint research yang dilaksanakan oleh 7 mahasiswa Magister Ilmu dan Teknologi Pangan serta 1 mahasiswa Magister Teknologi Hasil Perkebunan.




Penandatanganan MoU pertama oleh mitra kerjasama FTP, Yayasan Hadji Kalla diwakili oleh Mohammad Zuhair, ST., M.Eng. Dalam sambutan, Zuhair menyampaikan bahwa Yayasan yang terafiliasi oleh Kalla Group. Yayasan didirikan oleh Bapak Hadji Kalla yang sudah berdiri selama 10 tahun. Yayasan ini telah diakui sebagai Lembaga Amil Zakat yang saat ini sudah bekerja di 4 provinsi di Pulau Sulawesi. Yayasan ini fokus mencari mitra yang berkompeten. Awalnya dimulai dengan produk porang yang sampai saat ini terus dikembangkan (tidak hanya menjual bahan mentah). Kedepannya, diharapkan tidak hanya satu komoditas saja dan bisa berkembang dari segi bahan mentah hingga teknologinya sehingga dapat tercapai salah satu tujuan yaitu membantu pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat yang berada di 4 provinsi daerah kerja Yayasan Hadji Kalla.
Selanjutnya, Penandatanganan MoU oleh mitra kerjasama FTP dengan PT Indonesia Global yang diwakili oleh Prof. Em. Eka Sari Lorena Surbakti M.B.A. Eka Sari Lorena menyampaikan bahwa PT Bawa Indonesia Global merupakan perusahaan teknologi yang menjadi bagian dari Lorena Group. Ia percaya bahwa apa yang dicanangkan pemerintah “Merdeka Belajar” perlu didukung. Tidak hanya merdeka belajar, namun juga harus merdeka berkarya. Seluruh bagian masyarakat Indonesia harus bekerja sama karena kolaborasi itu penting untuk bisa mencapai banyak hal. Perlu dipercayai bahwa di balik tantangan, selalu ada kesempatan. Mentoring sangat penting untuk memperkuat ketahanan bangsa. Merdeka berkarya dapat tercapai dengan adanya kolaborasi antara wirausahawan, masyarakat, media, perguruan tinggi, dan pemerintah. Hal tercepat yang dapat melahirkan wirausahawan adalah dengan melakukan pendampingan kepada mahasiswa di UGM.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama FTP UGM dengan Foodbank of Indonesia (FOI) diwakili oleh Bapak M.Hendro Utomo, S.S., M.M. Hendro menyampaikan bahwa kerja sama FTP-FOI menuju Indonesia 100% merdeka. Kita belum merdeka kalau disekitar kita masih ada yang takut mengenai kondisi sehari-hari, yang paling sederhana adalah makan. FOI berkesempatan membantu FTP UGM yang lingkupnya adalah pangan sehingga selaras dengan tujuannya yaitu menuju Indonesia 100% merdeka. Situasi covid menyebabkan situasi kelaparan semakin memburuk dan menimbulkan kesulitan bagi masyarakat. Yang paling terdampak adalah UMKM padahal UMKM menyerap hampir 90% tenaga kerja. Kolaborasi FOI dan FTP UGM yaitu melakukan kampanye dan edukasi masyarakat, melakukan pendampingan pemberdayaan perempuan, dan melakukan riset.
Yang terakhir, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama FTP UGM dengan Stasiun Klimatologi Sleman, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) D.I. Yogyakarta yang diwakili oleh Ibu Reni Kraningtyas, S.P., M.Si. BMKG berkontribusi dalam program MBKM dan dalam penyusunan kurikulum dan implementasi program MBKM serta mencetak ilmuwan-ilmuwan. Reni mengatakan, Program MBKM diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang berasal dari anak bangsa dan dapat berkolaborasi untuk berinovasi dalam pembuatan aplikasi yang mendukung efisiensi pekerjaan dan bahkan menciptakan peralatan buatan dalam negeri serta mewujudkan keselamatan masyarakat Indonesia dari ancaman potensi bencana alam. BMKG DIY pada mulanya dibangun pada tahun 2014.

