Moh. Wahyudin Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada menjadi narasumber dalam Forum Komunikasi BKK Dana Keistimewaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 Mei 2026 di Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Moh. Wahyudin menyampaikan materi bertajuk “Analisis Bisnis Kegiatan Peternakan Domba dan Sapi serta Budidaya Lele untuk Mendapatkan Break Even Point (BEP)”. Materi ini membahas penerapan analisis Break Even Point (BEP) sebagai salah satu alat dalam perencanaan dan pengelolaan usaha peternakan maupun perikanan agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat.
Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menghitung titik impas usaha sebagai dasar dalam menentukan harga jual, memperkirakan volume produksi minimum, serta mengevaluasi kelayakan usaha. Analisis BEP juga membantu pelaku usaha mengidentifikasi struktur biaya sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan meminimalkan risiko kerugian.
Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih baik, menentukan harga jual yang sesuai, serta mengurangi risiko kerugian melalui pemanfaatan analisis keuangan yang sederhana namun efektif. Diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan keberlanjutan dan daya saing usaha peternakan serta budidaya ikan di tingkat masyarakat.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha secara produktif, efisien, dan berkelanjutan.