• Tentang UGM
  • Simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • PPID UGM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
  • Tentang Kami
    • Pengantar
    • Sejarah FTP UGM
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Struktur Kelembagaan
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
      • Pelaksana Administrasi
      • Unit Manajemen Mutu (UMM)
    • Dies Natalis
    • Tenaga Pendidik
    • Kompetensi Lulusan
    • Fasilitas
      • Perpustakaan
    • Kerjasama
    • Kontak Kami
  • Pendidikan
    • Departemen
    • Program Studi
    • Program Pascasarjana
    • Akreditasi
    • Sistem Pendidikan
    • Persyaratan Menyelesaikan Studi
    • Panduan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Summer School NUS & FH Upper Austria
    • SUMMER COURSE
    • Program Fast Track FTP
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Penelitian
    • Laboratorium
      • Inkubator
      • Uji Public Service
      • Pimpinan Laboratorium
    • Jurnal
    • Buku
    • Publikasi
  • Mahasiswa
    • Calon Mahasiswa
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang
    • Beasiswa
    • UGMPreneurs
    • Layanan Mahasiswa
    • Pengajuan Aktivitas Mahasiswa dan SKPI
    • Yudisium dan Wisuda Program Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Sarjana
    • Layanan Akademik Online – Pascasarjana
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • Karir
    • Survei Alumni
  • Informasi Publik
  • Beranda
  • Pendidikan
  • (Page 6)
Arsip:

Pendidikan

Jeli, Pangan Darurat Bencana

InformasiMahasiswaPendidikanPenelitianRilis Berita Rabu, 15 September 2021

Empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan Secundina Frida Hoki Harlanda (TPHP 2018) sebagai ketua tim, yang beranggotakan Dina Clarissa Kurniawan (TPHP 2018), Felicia Irawan (TPHP 2018), dan Veronika Dewi Pratanjani Prasasta (Gizi Kesehatan 2018) mengembangkan produk jeli dengan protein ikan kembung dan prebiotik kitosan sebagai kudapan darurat bencana di bawah bimbingan Andika Wicaksono Putro, S.T.P., M.Sc.

Dilansir dari data BNPB tahun 2021, tercatat bahwa sepanjang tahun 2020, fenomena bencana alam di Indonesia berjumlah 2.952 kejadian. Sangat memungkinkan selama terjadinya bencana, akan ada kerusakan infrastruktur yang menghambat proses penyaluran bantuan, terutama bahan pangan yang bergizi. Berlatarbelakang hal tersebut, produk berbentuk jeli yang tidak mudah rusak dan mudah didistribusikan dikembangkan sebagai kudapan darurat bencana.

Produk jeli yang diperkaya dengan protein ikan kembung berperan penting dalam mencegah stunting pada anak-anak korban bencana alam. Selain itu, prebiotik kitosan yang juga bahan dasar dari jeli ini dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan pencernaan, terutama saat terjadi bencana.

Pemilihan produk jeli sebagai pangan darurat bencana karena produk jeli mudah dibawa dan didistribusikan, terutama saat bencana. Serangkaian pengujian dilakukan dalam pengembangan produk ini, mulai dari tingkat penerimaan konsumen, nilai gizi, uji fisik, dan uji mikrobiologis. Hasil pengujian menunjukkan produk jeli ini dapat diklaim sebagai produk tinggi protein, mampu memenuhi kebutuhan protein 10% dari AKG (per sajian 30 gram), dan memenuhi syarat batas cemaran kapang dan khamir (SNI Permen Jeli). Tekstur jeli yang kenyal disertai rasa jeruk yang segar menjadikan jeli ini berpotensi untuk menjadi kudapan darurat bencana, khususnya bagi anak-anak.

Kedepannya, diharapkan pengembangan produk jeli ini sebagai kudapan darurat bencana dapat dikomersialisasikan dan mampu memberikan kontribusi untuk mendukung penurunan stunting di Indonesia dengan memenuhi kebutuhan gizi, terutama protein pada anak-anak korban bencana.

Penulis:
Dina Clarissa Kurniawan
Felicia Irawan
Secundina Frida Hoki Harlanda
Veronika Dewi Pratanjani Prasasta
Ellyn Priwanti

Anti-Obesitas, Mahasiswi UGM Kembangkan Snack Bar Berbahan Intip dan Cornflakes

InformasiMahasiswaPendidikanPenelitianRilis Berita Rabu, 15 September 2021

 

Empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan Dina Clarissa Kurniawan (TPHP 2018) sebagai ketua tim, yang beranggotakan Felicia Irawan (TPHP 2018), Secundina Frida Hoki Harlanda (TPHP 2018), dan Veronika Dewi Pratanjani Prasasta (Gizi Kesehatan 2018) mengembangkan produk snack bar anti-obesitas berbahan dasar intip, cornflakes, dan kelengkeng kering sebagai penambah cita rasa di bawah bimbingan Dr. Arima Diah Setiowati, S.T.P., M.Sc.

            Berangkat dari keprihatinan dengan adanya data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terkait fenomena obesitas di Indonesia yang mencapai angka 21.8% dan terus meningkat setiap tahunnya, muncul inovasi pengembangan snack bar anti-obesitas yang kaya akan serat pangan untuk turut mendukung program pemerintah dalam menurunkan prevalensi obesitas.

            Snack bar memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan dan diproduksi sebagai pangan fungsional dengan aktivitas anti-obesitas. Bentuknya yang efisien serta dapat diterima oleh kalangan masyarakat di Indonesia menjadi alasan utama pemilihan snack bar sebagai penunda lapar di sela-sela aktivitas.

Tergolong sebagai pangan yang sederhana, intip dipilih menjadi bahan dasar pembuatan snack bar ini. Pada umumnya, intip dibuat dengan cara digoreng menggunakan minyak, tetapi intip dapat dimodifikasi menjadi pangan fungsional dengan cara pengolahan lain yaitu pemanasan dan pendinginan berulang tanpa menggunakan minyak, yang tentunya diharapkan dapat meningkatkan manfaat gizi dan nilai ekonominya. Selain itu, penggunaan bahan lain seperti cornflakes dan kelengkeng kering ditujukan untuk menambah cita rasa pada snack bar. Rasa manis dari kelengkeng kering, serta tekstur crunchy intip dan cornflake, menjadikan snack bar ini berpotensi untuk menjadi alternatif budaya snacking yang digemari masyarakat.

Pengembangan snack bar anti-obesitas ini telah melalui tahap pengujian kadar pati resisten tipe 3 pada intip hasil modifikasi terhadap hormon leptin untuk menekan rasa lapar dan mencegah resistensi hormon leptin pada penderita obesitas. Pati resisten tipe 3 pada intip yang dikonsumsi, kemudian akan difermentasi oleh mikrobiota usus sehingga menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berperan dalam mengaktivasi reseptor tertentu untuk regulasi sekresi hormon leptin (hormon GLP-1 dan PYY) yang mampu menekan nafsu makan dan rasa lapar. Melalui regulasi hormon leptin tersebut, intip snack bar ini mampu memberikan kontribusi untuk mendukung penurunan prevalensi obesitas di Indonesia dengan supresi rasa lapar dan mencegah resistensi hormon leptin pada penderita obesitas.

Penulis:
Dina Clarissa Kurniawan
Felicia Irawan
Secundina Frida Hoki Harlanda
Veronika Dewi Pratanjani Prasasta
Ellyn Priwanti

 

Kiprah Alumni Pascasarjana Teknologi Pertanian UGM

Dies NatalisInformasiMahasiswaPendidikanRilis Berita Kamis, 9 September 2021

Yogyakarta, 09 September 2021. Fakultas Teknologi Pertanian UGM menyelenggarakan acara Penyambutan Mahasiswa Baru dan Talkshow Kiprah Alumni Pascasarjana Teknologi Pertanian yang merupakan agenda Dies Natalis yang ke-58 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Pengembangan karir lulusan program pascasarjana di dunia kerja dirasa tidak lagi dapat dipenuhi dengan hanya berbekal keilmuan yang diperoleh saat perkuliahan. Sikap terbuka terhadap perubahan dan sigap memanfaatkan peluang menjadi nilai tambah lulusan untuk sukses terjun kembali ke masyarakat. Mahasiswa baru pascasarjana dirasa perlu tahu kiprah para alumninya. Untuk menjembatani hal tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian UGM menyambut mahasiswa baru dengan menyelenggarakan talkshow “Kiprah Alumni Pascasarjana Teknologi Pertanian” sebagai wadah untuk berdiskusi dengan alumni yang telah sukses berkiprah di berbagai area, mulai dari praktisi, peneliti, maupun akademisi. Kegiatan talkshow ini diharapkan mampu menciptakan dinamika pembelajaran yang berorientasi karier dan menjadi sarana komunikasi antar angkatan yang saling terintegrasi terutama dalam hal pengembangan karir.

Penyambutan Mahasiswa Baru dan Talkshow Kiprah Alumni Pascasarjana Teknologi Pertanian ini diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Dies Natalis ke-58, Dr. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., sambutan oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., sambutan dan pembukaan acara oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan (PPK) UGM Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. Selanjutnya acara pengenalan pengurus Fakultas, Departemen dan Program Studi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P. Penyambutan Mahasiswa Baru dan Talkshow Kiprah Alumni Pascasarjana Teknologi Pertanian diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Stream dengan Dr. Rudiati Evi Masithoh, S.T.P., M.Dev.Tech, Ketua Program Studi Pascasarjana S3 (doktor) Ilmu Teknik Pertanian sebagai moderator.

Alumni Pascasarjana Teknologi Pertanian yang hadir sebagai narasumber adalah Dr. Asep Nurhikmat, M.P dari Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam, LIPI, selanjutnya Dr. Mulyana Hadipernata, S.T.P., M.Sc. dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian, dan Hendy Firmanto, S.T., M.Sc. dari Pusat Penelitian Kopi dan Kako (PUSLITKOKA) Jember.

Pembicara pertama disampaikan oleh Dr. Asep Nurhikmat, M.P dari Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam, LIPI. Ia menyampaikan pentingnya bekerja sesuai tupoksi untuk mempertajam keilmuan yang telah diperoleh. Selain itu, penting sekali untuk membuka jejaring kerjasama. Melalui ilmu yang diperoleh saat kuliah FTP UGM, LIPI melalui BRIN sudah membuat rooadmap pusat riset. Salah satu pusat riset yang dikembangkan saat ini berada di Gunung Kidul yaitu riset untuk makanan tradisional. Pesan beliau adalah sesuatu yang kecil, yang diterima di FTP UGM, ternyata sangat besar manfaatnya untuk mendukung karir saya pribadi dan organisasi di LIPI dan BRIN.

Selanjutnya, Pembicara kedua disampaikan oleh Dr. Mulyana Hadipernata, S.T.P., M.Sc. dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian. Ia menyampaikan materi dengan judul Terimakasih FTP UGM. Pengalaman yang diperoleh selama penelitian di UGM sangat relevan untuk menunjang pekerjaan saya sebagai kepala Laboratorium Mutu Beras dan Pascapanen Serelia. Saat ini laboratorium kami menjadi rujukan nasional untuk pengujian mutu beras. Instansi kami sangat terbuka untuk melakukan kolaborasi riset dengan mahasiswa-mahasiswa UGM. Beliau menyimpulkan pentingnya sinergi di dunia riset antara industri, lembaga-lembaga peneliti, dan perguruan tinggi.

Pembicara terakhir disampaikan oleh Hendy Firmanto, S.T., M.Sc. dari Pusat Penelitian Kopi dan Kako (PUSLITKOKA) Jember. Hendy menyampaikan materi dengan judul karir peneliti di lembaga BUMN. Saat itu saya ingin belajar tentang kakao dan kopi karena sesuai dengan bidang kerja saya dan keduanya adalah produk andalan perkebunan di Indonesia. Saat itu dan sampai saat ini hanya di FTP UGM yang menyediakan informasi lengkap terkait dengan topik-topik yang dibutuhkan industri. Proses pembelajaran di FTP UGM sangat menarik dengan dosen-dosen yang selalu memacu kita untuk melakukan penelitian yang unik serta materi-materi kuliah yang sangat komprehensif dan relevan dengan dunia industri. Beliau menyimpulkan pentingnya kuliah lanjut pascasarjana untuk melatih pola pikir dan skill komunikasi karena stakeholder yang akan kita temui kedepan sangat beragam dari berbagai level pendidikan dan latar belakang keilmuan.

Hingga akhir acara, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 103 orang yang yang berasal dari civitas akademika UGM dan peserta umum. Penyambutan Mahasiswa Baru dan Talkshow Kiprah Alumni Pascasarjana Teknologi Pertanian diakhiri dengan closing remarks oleh Dr. Rudiati Evi Masithoh, S.T.P., M.Dev.Tech, penyampaian selayang pandang, dan ramah tamah dengan narasumber serta foto virtual bersama.

 

 

 

 

FTP UGM Berjaya di ARC 2021

InformasiMahasiswaPendidikanPenelitianRilis Berita Rabu, 18 Agustus 2021

Annual Regional Convention 2021 Agricultural Engineering Student merupakan pertemuan tahunan mahasiswa dalam bidang Teknik Pertanian se-ASEAN. Acara yang menjadi wadah dalam pengembangan ilmu dan kompetisi mahasiswa terkait beberapa bidang Teknik Pertanian dapat pula diikuti oleh seluruh mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian. Di tahun 2021 ini, FTP UGM mengirimkan 42 tim yang terdiri dari 38 tim dari Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, serta 4 tim dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Acara yang digelar secara daring pada 10 Agustus 2021 tersebut, delegasi dari FTP UGM berhasil membawa 70 medali terdiri dari 23 medali emas, 29 medali perak, 12 medali perunggu, serta 6 medali The Most Favorite. Dengan banyaknya jumlah penghargaan yang dirih oleh UGM, pihak penyelenggara memberikan sertifikat apresiasi sebagai univesitas dengan jumlah partisipan terbanyak.

Pada tahun 2021, ARC diikuti oleh peserta program sarjana dan pascasarjana dari beberapa negara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Thailand, Nepal, Brunei Darussalam, dan Filipina. Bidang lomba yang diselenggarakan meliputi Poster, Research Output Video, Model Construction Video dan Paper. Topik yang diusung yaitu “Advancement of IR 4.0 for Agriculture Sustainability and Food Security” dengan beberapa sub tema, diantaranya Agricultural Engineering, Food Engineering, Biotechnology, Green Technology, dan Agricultural Waste Management.

Medali Poster Research Output Video Model Construction Video Paper Total
Gold 12 7 3 1 23
Silver 18 5 4 2 29
Bronze 7 1 2 2 12
The Most Favorite 4 0 2 0 6

Walaupun pandemi Covid-19 masih berlangsung, hal ini tidak menyurutkan niat mahasiswa FTP UGM dalam berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada sektor teknologi pertanian Indonesia.

Kansei Engineering Memiliki Manfaat untuk Invensi Berkelanjutan

Dies NatalisPendidikanRilis Berita Kamis, 5 Agustus 2021

Yogyakarta, 5 Agustus 2021. Fakultas Teknologi Pertanian UGM menyelenggarakan webinar dan bedah buku: Kansei Engineering untuk Agroindustri. Webinar ini merupakan acara bedah buku jilid tiga yang merupakan rangkaian dari agenda Dies Natalis yang ke-58 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Webinar tersebut membedah buku karya salah satu sivitas akademika Fakultas Teknologi Pertanian UGM, yaitu Dr. Mirwan Ushada, STP. M.App.Life.Sc. yang merupakan Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM yang berjudul ‘Kansei Engineering untuk Agroindustri’. Sebagai pembahas adalah Ir. Markus Hartono S.T., M.Sc., Ph.D.,CHFP.,IPM., Dekan Fakultas Industri Kreatif dan Dosen Prodi Teknik Industri, Universitas Surabaya. Webinar diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Stream yang dimoderatori oleh Rosa Amalia, S.T.P., M.Sc., Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian FTP UGM.

Webinar diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Dies Natalis ke-58, Dr. Andri Prima Nugroho, S.T.P., M.Sc., dan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. yang diwakilkan oleh Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Pada sesi pemaparan, Mirwan menyampaikan bahwa buku ini mengangkat permasalahan umum pada agroindustri. Agroindustri memiliki lingkup dalam mengubah nilai tambah dari suatu produk. Ketidakpastian adalah sesuatu yang pasti dalam kehidupan termasuk dalam agroindustri. Pandemi covid merupakan salah satu ketidakpastian yang merupakan tantangan dan berpengaruh pada agroindustri. Kansei berasal dari kata ‘kan’ yang berarti afektif, sensibilitas, dan kesan sedangkan ‘sei’ berarti manusia dan dinamis. Kansei masuk pada parameter manusia sedangkan engineering masuk kepada invensi/rekacipta. Kansei dapat diukur menggunakan parameter verbal dan/atau non-verbal untuk dapat menghasilkan desain luaran seperti perbaikan mutu produk/jasa, penerimaan teknologi, produk/jasa baru, pengembangan sumber daya manusia, dan sistem kerja ergonomis. Kansei engineering memiliki manfaat untuk invensi berkelanjutan dalam mengantisipasi ketidakpastian dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang sangat beragam.

Ir. Markus Hartono S.T., M.Sc., Ph.D.,CHFP.,IPM. membahas buku Kansei Engineering untuk Agroindustri dari sisi profil, substansi, dan tantangan kedepannya. Markus menyampaikan bahwa dalam produk/jasa yang ditawarkan biasanya dilihat dalam sisi cost, delivery, dan flexibility. Ia memberi saran untuk menambah penjelasan mengenai potensi dari kansei engineering sebagai pelengkap atau sebagai pengganti bahwa saat ini aspek cost delivery tidak terlalu menjadi poin penting.

Mirwan menambahkan bahwa dalam sebuah sistem industri yang diperhatikan adalah cost, delivery, dan flexibility. Kansei memberikan pandangan baru dalam sisi yang lebih dalam yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk berkelompok/sosial. Manusia sebagai makhluk individu, memiliki tiga kebutuhan yaitu kebutuhan dasar, kebergunaan, dan kenyamanan. Kansei lebih banyak membidik dalam aspek fleksibilitas. Selain itu, kearifan lokal juga merupakan salah satu poin penting yang diperhatikan dalam kansei engineering. Selain dengan disesuaikan dengan kearifan lokal dalam suatu daerah tertentu, kansei engineering juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.

Markus berpendapat bahwa metode ini sangat penting untuk engineer atau designer. Ada hal yang penting selain fleksibilitas yaitu kebutuhan afektif yang menjadi titik penting dalam kansei. Cakupan definisi kansei engineering khususnya yang terkait dengan agroindustri dalam buku masih perlu ditambahkan. Di dalam buku terdapat pembahasan mengenai atap lumut yang ada di Jepang dan Indonesia, dijelaskan dalam buku bahwa pada saat diterapkan atap lumut, di jepang sedang musim panas sehingga menginginkan sesuatu yang segar, yang dipertanyakan adalah apakah dengan kansei engineering dapat mengubah persepsi dan inovasi atap lumut tersebut masih tetap bisa digunakan dalam musim dingin, di Jepang maupun di Indonesia. Mirwan menambahkan bahwa metode pengembangan saat ini adalah pengembangan kansei cerdas yang berfokus hanya pada dua musim sehingga bahasannya tidak sampai kepada musim dingin (winter) di Jepang.

Markus menyampaikan, sebagai designer dan engineer harus memperhatikan bagaimana kita bisa mengetahui kebutuhan konsumen sebelum konsumen mengatakannya. Hal ini sangat berkaitan dengan kansei engineering untuk itu kansei memang harus dinamis. Mirwan menambahkan bahwa semakin banyak bias dari suku, usia, pengalaman, makin bisa mengakomodasi skenario. Kansei harus bersifat multidisiplin, sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan terutama kepada mahasiswa.

Webinar dihadiri oleh sekitar 150 orang yang berasal dari mahasiswa, umum, dan dosen. Diskusi diisi dengan enam pertanyaan mengenai pengaruh pandemi terhadap kansei, parameter yang dijadikan variabel dalam kansei, cara memvalidasi parameter kansei, mengenai masyarakat indonesia yang cenderung tidak memerlukan inovasi, pendekatan kansei engineering dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat, dan bagaimana kansei dapat mengantisipasi perubahan di masa depan. Webinar diakhiri dengan sesi ramah tamah dengan narasumber, pengumuman penerimaan doorprize, dan foto virtual bersama.

1…45678…10

Berita Terakhir

  • Prof. Mirwan Ushada Terima Estafet Kepemimpinan FTP UGM, Usung Semangat “Bersama Kita Bisa, FTP Rumah Kita”
  • FTP UGM Sambut Antusiasme Ratusan Siswa SMA/SMK dalam Sesi Sosialisasi Perkuliahan 
  • Tak Cukup Sekadar Berbagi Makanan: FTP UGM dan Foodbank of Indonesia Sepakat Hidupkan Lagi Lumbung Pangan Desa
  • Dari Memilih Biji hingga Secangkir Kopi: Belajar Meracik Kopi Langsung dari Praktisi di Lab Inkubator FTP UGM
  • Nggak Cuma Soal Enak, Pelatihan Roti FTP UGM Bongkar Fakta Gizi di Balik Setiap Gigitan

Berita UGM

  • Kolaborasi UGM dan Industri Hasilkan Inovasi Sensor Gempa Bawah Air 2 Oktober 2026
  • UGM Bantu 48 Mahasiswa NTT Terdampak Bencana 2 Oktober 2026
  • Sumatra Kembali Diterjang Banjir dan Longsor, Pakar UGM Soroti Pemulihan Ekologis yang Belum Tuntas 2 Oktober 2026
  • Ostosense, Sabuk Medis Pintar Pendeteksi Kebocoran Kantong Stoma Karya Mahasiswa UGM 2 Oktober 2026
  • Menghapus Dikotomi Kampus, Program Kuliah Gratis Perlu Menjangkau PTN dan PTS 2 Oktober 2026

Agenda

  • 05Okt Ujian Tengah Semester (UTS) Gasal T.A. 2026/2027
  • 29Okt Wisuda Pascasarjana
Semua Agenda
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Jl. Flora No. 1 Bulaksumur
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62 274 589797
+62 274 589797
fateta[at]ugm.ac.id

Info Fakultas

  • Rilis Berita
  • Agenda
  • Akademik
  • Kemahasiswaan
  • Perpustakaan
  • Beasiswa
  • Info Magang
  • Lowongan Kerja
  • Bantuan Hibah
  • Pengabdian
  • Seminar-Workshop

Departemen

  • Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Teknik Pertanian dan Biosistem
  • Teknologi Industri Pertanian

Layanan Akademik Online

  • Layanan Akademik Sarjana
  • Layanan Akademik Pascasarjana

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik

Jurnal

  • Agritech
  • Agroindustrial Journal
  • Indonesian Food and Nutrition Progress

© 2026 Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Peta SitusAturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju