Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Sang Hyang Seri (Persero) menindaklanjuti kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian tanaman pangan melalui pembahasan pengembangan teknologi deteksi kualitas benih berbasis X-ray dan sistem pemetaan pertanian menggunakan drone dalam kunjungan kerja Direksi PT Sang Hyang Seri ke Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) FTP UGM, Rabu (26/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Departemen TPB tersebut menjadi forum untuk membahas progres dua proposal kerja sama sekaligus mengidentifikasi kebutuhan teknologi pertanian di lapangan.
Kerja sama ini menarik karena riset yang dibahas tidak berhenti pada pengembangan teknologi di tingkat laboratorium. Dua proposal yang dipaparkan FTP UGM diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata PT Sang Hyang Seri, mulai dari bagaimana mendeteksi kualitas benih secara cepat hingga bagaimana menghasilkan rekomendasi pengelolaan lahan berdasarkan data kondisi lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Bayu Nugraha memaparkan proposal Evaluasi Kualitas Benih Padi dan Kedelai Menggunakan Teknologi X-Ray. Proposal tersebut disusun berdasarkan kebutuhan PT Sang Hyang Seri untuk memiliki laboratorium pendeteksi benih dari pihak eksternal. Teknologi X-ray yang dikembangkan diarahkan untuk menghasilkan desain alat yang dapat membantu mendeteksi kerusakan benih secara cepat.
Sementara itu, Dr. Andri Prima Nugroho memaparkan proposal Pengembangan Sistem Pemetaan UAV VTOL, AI Pipeline, Treatment Map dan Zonasi Mekanisasi pada Area Produksi PT Sang Hyang Seri (Persero). Proposal ini berangkat dari temuan permasalahan pada kegiatan on-farm, khususnya dalam aspek budidaya dan mekanisasi.
Melalui pengembangan drone, kondisi lahan dapat dievaluasi dan diolah menjadi informasi yang mendukung pengelolaan pertanian. Salah satu keluaran yang ditargetkan adalah peta rekomendasi pemupukan, yang dapat menjadi dasar dalam menentukan perlakuan sesuai kondisi lapangan. Pengembangan tersebut juga mencakup aspek manajemen agronomi dan mekanisasi pertanian yang ditawarkan dalam dua paket kerja sama.
Kolaborasi ini juga dirancang membuka ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Ke depan, mahasiswa Program Profesi Insinyur direncanakan melaksanakan kerja praktik di PT Sang Hyang Seri sekaligus membantu menambah data yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem drone. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya mempertemukan kebutuhan industri dengan kepakaran akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan teknologi pertanian secara langsung.
Berdasarkan temuan tersebut, FTP UGM mengidentifikasi kebutuhan pengembangan mekanisme untuk meningkatkan kualitas pengukuran kadar air agar memperoleh hasil yang lebih presisi. Perbaikan juga diperlukan pada tungku biomassa untuk mengatasi aliran panas yang masih banyak mengalami kebocoran. Hal ini sejalan dengan mandat FTP UGM dari Kementerian Pertanian sebagai salah satu laboratorium pengujian alat dan mesin pertanian (alsintan) di Indonesia yang mencakup bidang prapanen, pascapanen, hingga pengolahan.
Dari sisi PT Sang Hyang Seri, diskusi turut membuka sejumlah peluang pengembangan teknologi lainnya. Beberapa masukan yang disampaikan mencakup pengembangan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) dengan dukungan teknologi satelit, rencana pembangunan greenhouse di Jakarta, serta pengecekan sistem traceability produk.
Untuk traceability, Departemen TPB FTP UGM sebelumnya telah mengembangkan sistem serupa untuk komoditas kopi dan kakao dengan memanfaatkan desain aplikasi. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan PT Sang Hyang Seri.
Berbagai topik yang dibahas menunjukkan bahwa ruang kolaborasi FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri terbuka dari hulu hingga hilir. Pengembangan teknologi tidak hanya menyasar mutu benih sebelum budidaya, tetapi juga pemetaan dan pengelolaan lahan, mekanisasi, pengeringan, pengolahan hasil, hingga ketertelusuran produk.
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut mempertemukan jajaran Direksi PT Sang Hyang Seri, peneliti, dosen, dan pimpinan FTP UGM dalam diskusi mengenai arah pengembangan kerja sama. Direksi PT Sang Hyang Seri dipimpin Direktur Utama Adhi Cahyono Nugroho, bersama Prof. Dr. Inex Slamet-Loedin, Agustinus Budi S., Jupebi Purnomo Wilianto, Asokawati Dyah Meirina, dan Gabriella Margaretha Putri Bettay. Dari FTP UGM, pertemuan dihadiri Dekan FTP UGM beserta jajaran pimpinan dan tim peneliti Departemen TPB.
Melalui tindak lanjut kerja sama ini, FTP UGM dan PT Sang Hyang Seri tidak sekadar membahas pengembangan teknologi, tetapi berupaya mempertemukan kepakaran akademik dengan kebutuhan nyata industri pertanian. Dari teknologi X-ray untuk membaca mutu benih hingga drone yang memetakan kebutuhan lahan, kolaborasi tersebut membuka peluang untuk menghadirkan teknologi yang lebih berbasis data dan dapat diterapkan dalam sistem pertanian tanaman pangan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan teknologi yang mendukung produktivitas dan kualitas pangan; SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui riset dan pengembangan teknologi pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam menjawab tantangan sektor pertanian.