Untuk mendukung terciptanya keamanan pangan di Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji pada 10 September 2024 di Pendopo Kemantren Danurejan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha kuliner dan masyarakat luas terkait pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan siap saji yang beredar di tengah masyarakat. Dalam pelatihan ini, Intan Dewi Larasati, S.T.P., M.Sc., dosen Departemen Teknik Pangan dan Hasil Pertanian (DTPHP), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Gadjah Mada (UGM), diundang sebagai narasumber untuk memberikan materi terkait keamanan pangan.
Pada sesi pelatihan, Intan Dewi Larasati membahas beberapa topik penting terkait pencemaran pangan, termasuk jenis-jenis pencemar pangan dan alergen, serta cara-cara pencegahan pencemaran. Selain itu, Ia juga memaparkan standar kualitas pencemaran pangan yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha kuliner untuk menjamin bahwa produk pangan yang mereka sajikan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Materi yang disampaikan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha terkait pentingnya menjaga keamanan dan kebersihan makanan, baik dalam proses produksi, penyimpanan, maupun penyajian.
Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji ini diadakan sebagai bagian dari program untuk memastikan bahwa pangan siap saji yang tersedia di masyarakat tidak hanya enak dan menarik, tetapi juga bebas dari kontaminasi dan aman untuk dikonsumsi.
Pelatihan ini juga selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) aktif berpartisipasi dalam ISMAB dengan mengirimkan enam makalah penelitian, yang terdiri dari enam presentasi oral dan satu presentasi poster. Topik yang dipresentasikan mencakup berbagai aspek teknologi pertanian dan dampaknya terhadap aksi iklim, menekankan perlunya praktik berkelanjutan dalam pertanian untuk memerangi perubahan iklim.
Ketua Dies Natalis ke-61, Chandra Setyawan, STP., M.Eng., Ph.D., menyampaikan dalam laporannya bahwa Dies Natalis tahun ini telah melibatkan sekitar 20 kegiatan antara periode April hingga September 2024. Chandra Setyawan menegaskan bahwa Dies Natalis ke-61 ini adalah momentum untuk menguatkan komitmen FTP dalam mengembangkan teknologi pangan adaptif yang relevan dengan tantangan masa depan. Ia menambahkan bahwa kegiatan Dies ini merupakan awal dari semangat baru bagi FTP UGM untuk terus meningkatkan prestasi, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi pertanian.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dalam sambutannya mengapresiasi peran FTP UGM dalam mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia berharap inovasi yang sudah dihasilkan dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia. Momentum Dies Natalis ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pangan di masa depan.
Dalam upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Dies Natalis ke-61 FTP UGM mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui teknologi pertanian yang inovatif dan berkelanjutan, FTP UGM berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan pangan di Indonesia dan global.